Sabtu, 19 Agustus 2017

JURNAL FLAGELATA


JURNAL KE-4
Rencana Perkuliahan Semester
Nama : Hanina Salmah
NIM : 150341600427                                                                                                                                                                 
Kelas/Off : B
Tanggal Pertemuan : Selasa/19 Januari 2016 dan Rabu/20 januari 2016
Topik : Flagelata
A.     Konsep yang dipelajari



A.     Bukti Belajar Sebagai Hasil Explorasi
Flagelata
1.      Pengertian Zooflagelata
Zoomastighopora atau disebut Zooflagellata tergolong protozoa mirip hewan yaitu salah satu filum Protozoa yang memiliki alat gerak berupa bulu cambuk (flagel). Flegel berfungsi juga sebagai alat penerima rangsang dan penangkap makanan. Flagel bergerak seperti orang yang sedang mendayung dan ada pula yang berotasi searah dengan jarum jam. Gerakan tersebut karena memiliki membran undulasi. Zooflagelata ada yang berkoloni (contohnya volvox) dan adapula yang hidup bebas (contohnya euglena). Pada falgelata yang parasit bersifat anaerob karena tidak membutuhkan oksigen dalam metabolismenya melainkan mengambil langsung ke inang yang ditempelinya (biasanya vetebrata). Setiap parasit memiliki vector yang spesifik.
Ciri-ciri umum dari zooflagellata adalah sebagai berikut:

1.      Bersifat mikroskopis artinya tidak mudah lihat oleh mata telanjang
2.      Uniseluler atau hidup berkelompok
3.      Sebagian memiliki mitokondria
4.      Banyak dari zooflagellata hidup sebagai parasit pada manusia atau hewan peliharaan atau simbiosis mutualisme
5.      Mereka bisa tinggal di air tawar dan air laut
6.      Reproduksi aseksual dengan pembelahan biner
7.      Bersifat heterotrof (tidak memilikii kloroplas)

2.      Contoh Flagelata
a.      Trypanosoma lewisi, hidup pada tikus, hospes perantaranya adalah kutu tikus.
b.      Trypanosoma evansi, penyebab penyakit sura (malas) pada ternak, hospes perantaranya adalah lalat tabanus.
c.       Trypanosoma brucei, penyebab penyakit nagano pada ternak, hospes perantaranya adalah lalat tse-tse.















Minggu, 16 April 2017

REFLEKSI PROBLEM SOLVING AND PROBLEM BASED LEARNING

Problem Solving
Pengertian : Mengembangkan kemampuan berfikir rangkaian aktivitas pembelajaran  yangmenekankan kepada proses penyelesaaian secara ilmiah.

Tujuan Problem Solving
a. Mengembangkan kemampuan berfikir siswa dengan  cara pemecahan masalah
b. Memberikan pengetahuan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari
c. Belajar bertindak dalam situasi baru.
d. Belajar bekerja sistematis dalam memecahkan masalah

Kelebihan
1.       Belajar menjadi relevan dengan kehidupan
2.       Siswa dapat mengatasi masalah dalam kehidupan
3.       Siswa berfikir secara kreatif
4.       Melatih siswa untuk mengidentifikasi dan analisis

Kekurangan
1.       Jika siswa tidak memiliki minat maka masalah tidak selsai
2.      Tidak semua materi pelajaran mengandung masalah.
3.      Memerlukan perencanaan yang teratur dan matang
4.      Tidak efektif jika terdapat beberapa siswa yang pasif.


Problem Based Learning
Pengertian : menggunakan masalah sebagai sumber belajarnya sehingga siswa berfikir kritis

Tujuan
1.       Masalah terselsaikan secara efektif
2.       Siswa belajar mandiri
3.       Meningkatkan daya ingat

Karakteristik PBL
1.       Menggunakan masalah sbg pembelajaranannya
2.       Menggunakan penyelidikan secara autentik
3.       Menghasilkan produk
4.       Kolaborasi dan kerja sama
5.       Menggunakan intersdisiplin keilmuan

Tahap pembelajaran PBL
1.       Penyampaian ide
2.       Pemberian masalah
3.       Mencari jawaban
4.       Menarik kesimpulan

Kelebihan
a.  Menciptakan  pendidikan disekolah yang nyata dan relevan dengan kehidupan sehari-hari
b. Dapat membiasakan para siswa menghadapi permasalahan di dalam kehidupan.
c. Memancing siswa untuk berfikir secara kreatif dan kritis.

Kekurangan
1.       Keberhasilan berlangsum lama
2.       Perlu ditujang oleh buku untuk menambah pemahaman.



PROBLEM SOLVING AND PROBLEM BASED LEARNING


Problem Based Learning (PBL) merupakan suatu model pembelajaran yang menitikberakan peran aktif siswa dengan cara memberikan siswa suatu permasalahan agar siswa mampu menyelesaikan masalah yang ada dan kemudian menarik kesimpulan dengan menentukan sendiri langkahnya.
Metode pembelajaran problem solving merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran  yang menekankan kepada proses penyelesaaian secara ilmiah.metode ini tidak mengharapakan siswahanya sekedar mendengarkan,mencatat,kemudian menghafal materi pelajaran akan tetapi melalui metode problem solving siswa aktif berpikir,berkomunikasi,mencari dan mengolah data dan akhirnya menarik kesimpilan.

Tujuan Problem Solving
a. Mengembangkan kemampuan berfikir,terutama dalam mencari sebab akibat dan jawaban dari permasalahan
b. Memberikan pengetahuan yang bermanfaat dalam aktifitas sehari-hari.
c. Belajar bertindak dalam situasi baru.
d. Belajar bekerja sistematis dalam memecahkan masalah

Karakteristik Metode Pembelajaran Problem Solving
a. Metode problem solving merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran.
b. Aktivitas pembelajaran diarahkan untuk menyelesaikan masalah.metode ini menempatkan masalah sebagai kunci dari proses pembelajaran. 
c. Pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan pendekatan berpikir secara ilmiah

Kelebihan Metode Problem Solving
a. Metode ini membuat pendidikan disekolah menjadi lebih nyata dan berhubungan dengan aktivitas sehari-hari. 
b. Dapat membiasakan para siswa menghadapi permasalahan di dalam kehidupan.
c. Memancing siswa untuk berfikir secara kreatif dan kritis.

Tujuan Problem Based Learning
1.      Pemecahan masalah dengan penuh inisiatif dan antusias.
2.      Kemampuan belajar mandiri dan menjadi habit (kebiasaan) dalam kehidupan sehari-hari.
3.      Mampu berkolaborasi secara efektif, efisien dan menarik dalam sebuah kerja tim.
4.      Ingin meningkatkan secara maksimal daya tahan pengingatan atau retensi.


Ciri-Ciri Dari Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL)
1.      Menggunakan masalah sebagai fakta serta alternative solusi yang dapat dilakukan.
2.      Memfokuskan pada interdisiplin keilmuan.
3.      Menggunakan penyelidikan secara otentik.
4.      Hasil solusi akhir dapat dipertanggungjawabkan.

Persamaan Antara Problem Solving Dan PBL
1.      Pembelajaran menggunakan masalah atau pemecahan masalah.
2.      Guru hanya berperan sebagai pendidik dan fasilitator. Sedangkan siswa berperan aktif untuk berfikir dan mencari jawaban dari permasalahan yang diberikan oleh guru.
3.      Langkah pembelajaran problem solving dan PBL, sama yaitu pada langkah awal pemberian masalah dari guru.

Perbedaan Antara Problem Solving Dan PBL
Perbedaan kedua model pembelajaran ini terletak pada masalah yang dipecahkan. Dimana pada problem based learning permasalahan yang diberikan membutuhkan penelitian dalam menyelsaikan permasalah yang sehingga bersifat lebih nyata dibanding problem solving. Masalah problem solving dapat diselsaikan hanya dengan diskusi saja.


Selasa, 11 April 2017

REFLEKSI METODE KOOPERATIF

Definisi : pembelajaran yang melibatkan 4-5 orang yang bekerja secara berkelompok untuk mencapai tujuan dengan adanya struktur atau dorongan sehingga membentuk adanya interaksi
Tujuan :
-          Meningkatkan kinerja siswa dalam tugas akademik
-          Meneirma teman-temannya yang mempunyai berbagai perbedaan latar belakang
-          Mengembangkan keterampilan siswa
Manfaat pembelajaran kooperatif
-          Meningkat pencurahan waktu pada tugas
-          Rasa harga diri menjadi lebih tinggi
-          Penerimaan terhadap perbedaan
-          Apatis berkurang
-          Pemahaman bertambah
-          Meningkatkan motivasi lebih  besar

Karakteristik belajar kooperatif
1.       Siswa belajar dalam kelompok menuntaskan materi
2.       Anggota kelompok ada yang tinggi, sedang dan rendah
3.       Jika memungkinkan anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku dan jenis kelamin yang berbeda
4.       Penghargaan lebih berorientasi pada kelompok

Unsur (komponen)
-          Ketergantungan positif : ada 2 pertanggung jawaban kelompok yang pertama bagaimana individu menjelaskan kepada temannya
-          Tanggung jawab individu
-          Kemampuan sosialisasi
-          Tatap muka  : siswa harus saling mengenal
-          Evaluasi proses kelompok
-          Meningkatkan efektifitas siswa

Langkah pembelajaran
1.       Present goal and set : menjelaskan tujuan dan memotivasi siswa
2.       Present information
3.       Assist team  and studeny
4.       Mengorganisasikan siswa dalam kelompok belajar
5.       Membimbing kelompok belajar
6.       Evaluasi
7.       Memberikan penghargaan

Tipe pembelajaran kooperatif
-          STAD : Guru membentuk kelompok
-          TPS : guru memberi masalah, dikerjakan scara individu, di share ke kelas
-          Jigsaw : masing-masing kelompok memahami topik tertentu terus memencar ke kelompok lain
-          NHT
-          Mencari pasangan : anggota terdiri dari 2 orang yang didapatkan dari kotak undian.
-          CIRC : pembelajaran membaca yang berbasangan. Dimana 1 kelompok membaca dan kelompok lain menyimpulkan

Kelebihan
-          Siswa tidak bergantung pada guru
-          Dapat mengembangkan kemampuan ide siswa
-          Melatih siswa untuk menghargai orang lain dan menerima perbedaan
-          Meningkatkan kemampuan siswa dalam komunikasi

Kekurangan
-          Harus memiliki fasilitas yang memadai
-          Topik permasalahan yang dibahas cenderung meluas sehingga waktunya lama
-          Terkadang terjadi seseorang yang menjadi dominan
-          Siswa tidak konsentrasi dalam pembelajaran dan membahas yang diluar topik



KOOPERATIF

Pembelajaran kooperatif merupakan bentuk pembelajaran yan berlandaskan kontruktivis (siswa belajar secara aktif dengan mencari sendiri materi pembelajaran sedangkan guru hanya sebagai fasilitator).
Unsur-unsur dasar pembelajaran kooperatif
1.       Siswa memiliki sudut pandang bahwa mereka tenggelam atau berenang bersama. Maksudnya tidak hanya guru yang aktif dalam pembelajaran dengan memberikan metode pembelajaran yang ada. Akan tetapi siswalah yang justru berperan penting dalam pencarian materi tersebut
2.       Siswa memiliki tanggung jawab
3.       Siswa memiliki tuujuan yang sama
4.       Belajar secara berkelompok
5.       Siswa membagi tugas dengan berbagai tanggung jawab diantara para anggota kelompok
Ciri pembelajaran kooperatif
1.       Setiap individu memiliki peran dan tanggung jawab
2.       Adanya interaksi antar siswa terkait dengan kegiatan belajar mengajar
3.       Guru bertugas untuk mengamati proses pembelajaran yang terjadi dan baru akan berinteraksi jika dibutiuhkan

Tujuan
1.       Dapat memahami konsep-konseo yang sulit
2.       Siswa belajar menerima perbedaan setiap individu
3.       Sosial siswa berkembang

Tipe pembelajaran kooperatif
1.       Student teams achievmen division
1 kelompok terdiri dari 4-5 orang, bersifat heterogen,  memiliki kemampuan sedang, tinggi dan rendah. Diberikan lembar kerja untuk menuntaskan materinya. Siswa saling membantu untuk memahami materi yang dipelajari. Setiap satu atau 2 minggu diberi kuis secara individu dan mengumumkan skor yang dicapat setiap individu untuk mengetahui perkembangan siswa
2.       Investigasi Kelompok
Dibagi kelompok dengan anggota 5-6 siswa yang bersifat heterogen dan memiliki satu kesukaan pada suatu topik. Kemudian topik tersebut dibahas dan dipersentasikan

3.       Pendekatan Struktual
Dibagi menjadi beberapa kelompok dengan tiap kelompok berisi 2-3 anggota. Struktur dibagi menjadi dua yaitu untuk meningkatkan keterampilan akademik dan yang kedua meningkatkan keterampilan sosial.

4.       Jigsaw
Dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok diberi materi yang berbeda dan setiap anggota kelompok harus memahami materi yang diberikan. Kemudian setiap anggota kelompok pergi ke kelompok yang lain untuk menjelaskan materi tentang kelompoknya.