Jumat, 03 Februari 2017

KEANEKARAGAMAN MAKROALGA DI PANTAI PANCUR ALAS PURWO BANYUWANGI



KEANEKARAGAMAN MAKROALGA DI PANTAI PANCUR ALAS PURWO BANYUWANGI

MAKALAH
Untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Protista Mirip Tumbuhan yang diampu oleh
Ibu Dra. Murni Saptasari, M. Si



Oleh:
Hanina Salmah
150341600427






file5E5C90CF28FB160EA2209296E9A31A0B.png






UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
April 2016


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Kawasan pesisir dan laut di Indonesia memegang peranan penting, dimana  kawasan ini memiliki nilai strategis berupa potensi sumberdaya alam dan jasa – jasa lingkungan yang disebut sumberdaya pesisir. Indonesia mempunyai perairan laut yang lebih luas dari daratan, oleh karena itu Indonesia dikenal sebagai negara maritim. Perairan laut Indonesia kaya akan berbagai biota laut baik flora maupun fauna yang memiliki nilai potensial dan memiliki peranan penting secara ekologi dan ekonomi. Makroalga termasuk bagian dari flora yang terdiri atas banyak jenis dan memiliki peranan penting pada lingkungan laut (Palallo, 2013).
Perkembangbiakan makroalga dapat terjadi melalui dua cara, yaitu secara vegetatif dengan thallus dan secara generatif dengan thallus diploid yang menghasilkan spora. Perbanyakan secara vegetative dikembangkan dengan cara setek, yaitu potongan thallus yang kemudian tumbuh menjad tanaman baru. Sementara perbanyakan secara generatif dikembangkan melalui spora, baik alamiah maupun budidaya. Pertemuan dua gamet membentuk zigot yang selanjutnya berkembang menjadi sporofit. Individu baru inilah yang mengeluarkan spora dan berkembang melalui pembelahan dalam sporogenesis
menjadi gametofit (Purba, 2014).
Pada umumnya divisi alga yang banyak hidup dilingkungan laut dan tubuh tersusun secara multiselular adalah divisi Chlorophyta, Phaeophyta, dan Rhodophyta. Sedang divisi lain yang umumnya berukuran makroskopik dan hidup sebagai fitoplankton. Makroalga memiliki manfaat yang sangat banyak digunakan dalam bidang industri, makanan, obat-obatan dan energi (Sinabutar,2014). Sedangkan menurut Bold dan Wyne 1985 Alga merupakan salah satu sumberdaya alam hayati laut yang bernilai ekonomis dan memiliki peranan ekologis sebagai produsen yang tinggi dalam rantai makanan dan tempat pemijahan biota-biota laut.
Chlorophyta  memiliki warna hijau yang jelas seperti pada tumbuhan tingkat tinggi karena mengandung pigmen klorofil a dan b, karotin dan xantofil, violasantin, dan lutein (Purba, 2014)
Divisio Chlorophyta (green algae)
Class Prasinophyceae
Class Chlorophyceae
Class Chlorophyceae
Class Charophyceae
Class Charophyceae
Class Ulvophyceae
Class Pleurastrophyceae.
Chlorophyta ada yang uniseluler berbentuk tunggal dan koloni , sedangkan  yang multiseluler berbentuk  lembaran dan berkas. Hidup di air tawar dan laut serta tempat yang lembab.

Phaeophyceae adalah ganggang yang berwarna coklat/pirang. Dalam kromatoforanya terkandung klorofil a, karotin dan xanthofil tetapi yang terutama adalah fikosantin yang menutupi warna lainnya dan menyebabkan ganggang itu kelihatan berwarna pirang (Purba, 2014).  Beberapa jenis berbentuk filamen tetapi kebanyakan membentuk struktur kompleks yang bercabang-cabang menyerupai bulu atau pipih menyebar menyerupai pita.P ada ujung-ujung lembaran fertil terdapat reseptakel, yaitu badan yang berfungsi sebagai perkembangbiakan Phaeophyta ini. Di dalam reseptakel tadi, terdapat sebuah bagian lagi yang bernama konseptakel yang menghasilkan ovum dan spermatozoid pada tumbuhan yang berbeda.
Anggota filum Phaeophyta ini memiliki talus yang bersel banyak, dan dapat melekat pada substrat. Sedangkan bagian tubuh yang lain mengapung di air. Beberapa anggota filum Phaeophyta seperti Sargassum, Macrocytis dan Neurocytis memiliki gelembung udara yang berfungsi untuk menyimpan gas nitrogen serta untuk mengapung.
 Phaeophyta dibagi tiga anak kelas, yaitu:
1. Isogegeneratea, (iso= sama, generation = turunan) Alga coklat yang bentuk pergiliran keturunan gametofit dan sporofitnya sama, contoh:Ectocarpus
2. Heterogenerenata, (hetero = berbeda, generatio = turunan) Alga coklat yang bentuk bergiliran turunan gametofitnya lebih kecil dari sporofitnya, contoh: Laminaria
3. Cyclosporae Alga coklat yang bentuk vegetatif yang dominannya adalah fase sporofit (2n) dan tidak memiliki bentuk vegetatif yang haploid (n).Generasi haploid hanya dalam bentuk vegetatif sel-sel gamet yang dihasilkan di dalam konseptakelnya, Contoh: Fucules (meliputi: Fucus, Sargassum dan Turbinaria) (Nuraeni, 2013)

Rhodophyta sering disebut juga sebagai alga merah, karena pigmen fotosintetik didominasi oleh fikoeritrin. Pigmen lain terdiri atas klorofil a, dan pada beberapa jenis mempunyai klorofil d, fikosianin, karoten, dan beberapa xantofil. Klasifikasi Rhodophyta adalah Divisio Rhodophyta (red algae) Class Rhodophyceae, Subclass Florideophycidae Subclass Bangiophycidae Rhodophyceae.

1.2  Tujuan
1.      Mendiskripsikan keanekaragaman makroalga
2.      Menganalisis Peranan atau Potensi makroalga




BAB II
METODELOGI
2.1 Koleksi
No.
Gambar Spesies
1.
2.
3.
4.
Image result for palmaria palmata
5.
6.
http://www.ukm.my/ahmad/tesispelajar/seaweedsarawak_files/image078.jpg
7.
8.
9.
10.
Image result for palmaria palmata
11.
12.
13.
14.

2.1 Deskripsi
(1) spesies 1
Ø  Berbentuk talus
Ø  Mengandung zat kapur sehingga terksturnya keras
Ø  Warna: hijau dan ada yang hijau agak putih
Ø  Pigmen: mengandung klorofil a dan b
Ø  Habitat: pada laut yang bagian dasar atau permukaan
(2)   Spesies 2
Ø  Bentuk: talus menyerupai batang bercabang
Ø  Tekstur kenyal
Ø  Habitat: permukaan air laut
Ø  Menempel pada substrat
Ø  Dapat dikonsumsi
Ø  Klorofil a dan b
(3)   Spesies 3
Ø  Warna: putih
Ø  Pigmen: Klorofil a dan b, tetapi tidak dominan
Ø  Tubuh: bergerigi
Ø  Dapat dikonsumsi
Ø  Habitat: perairan laut
(4)   Spesies 4
Ø  Tubuh: menyerupai tumbuhan tingkat tinggi
Ø  Memiliki gelembung udara
Ø  Menempel pada substat misalnya karang
Ø  Warna putih kemerahan
Ø  Cabang selang-seling
Ø  Daun bergerigi
Ø  Habitat: perairan laut
(5)   Spesies 5
Ø  Warna: kecoklatan
Ø  Terdapat pigmen fikosantin, klorofil dan xantofil.
Ø  Dinding sel terdiri atas selulosa, pektin dan asam algin
Ø  Bentuk bulat dan terdapat sedikit gerigi
Ø  Habitat: perairan laut
(6)   Spesies 6
Ø  Bentuk: lembaran konsentris
Ø  Warna: kecoklatan
Ø  Habitat: perairan laut
(7)   Spesies 7
Ø  Warna: mengalami degradasi warna merah
Ø  Cabang dikotom
Ø  Mengandung zat agar
Ø  Menempel pada substra
Ø  Mengandung pigmen a, b, karoten, dan fikoeritrin
Ø  Berbentuk talus
Ø  Habitat: perairan laut
(8)   Spesies 8
Ø  Percabangan dikotom
Ø  Menempel pada substrat
Ø  Warna kecoklatan
Ø  Bentuk seperti ketapel
Ø  Mempunyai holdfast
Ø  Habitat: perairan laut
(9)   Spesies 9
Ø  Bentuk: talus
Ø  Warna: putih
Ø  Terdapat zat kapur
Ø  Percabangan primer dan sekunder
Ø  Habitat: perairan laut
(10) Spesies 10
Ø  Bentuk lembaran
Ø  Warna: merah
Ø  Peranan: untuk membuat agar-agar
Ø  Habitat: perairan laut
(11)         Spesies 11
Ø  Bentuk: lembaran bercabang
Ø  Warna: hijau keputihan
Ø  Habitat pada air laut
(12)         Spesies 12
Ø  Bentuk: lembaran transparan
Ø  Pigmen: klorofil a dan b
Ø  Menempel pada substrat
Ø  Sebagai produsen
Ø  Habitat: di laut
(13)         Spesies 13
Ø  Bentuk: lembaran
Ø  Mempunyai sitoskap
Ø  Menempel pada subsrtat
Ø  Sebagai prodesen
Ø  Habitat: perairan laut
(14)         Spesies 14
Ø  Bentuk lembaran
Ø  Terdapat bintil-bintil
Ø  Warna: kemerahan
Ø   Mempunyai sitiskap habitat: perairan laut
2.3 Identifikasi
Spesies 1: Halimeda sp
Divisi: chlorophyta
Spesies 2: Caulerpa sp
Divisi: Chlorophyta
Spesies 3: Eucheuna sp
Divisi: Rhodophyta
Spesies 4: Sargasum sp
Divisi: Phaeophyta
Spesies 5: Turbinaria sp
Divisi: Phaeophyta
http://www.ukm.my/ahmad/tesispelajar/seaweedsarawak_files/image078.jpg
Spesies 6: Padina sp
Divisi: Phaeophyta
Spesies 7: Grasilaria verukosa
Divisi: Rhodophyta
Spesies 8: Dictiota sp
Divisi: Phaeophyta
Spesies 9: Gelidium sp
Divisi: Rhodophyta
Image result for palmaria palmata
Spesies 10: Palmaria palmata
Divisi: Chlorophyta
Spesies 11: Halimenia bermudensis
Divisi: Chlorophyta
Spesies 12: Ulva sp
Divisi: Chlorophyta
Spesies 13: Rhodimenia palmata
Divisi: Rhodophyta
Spesies 14: Laminaria sp
Divisi: Rhodophyta

2.4 Klasifikasi
(1) Halimeda sp
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Chlorophyta
Class                : Bryyopsidophyceae
Ordo                : Bryopsidales
Family             : Halimedaceae
Genus              : Halimeda sp
(2)   Caulerpa sp
Kingdom         : Plantae
Division           : Chlorophyta
Class                : Bryopsidophyceae
Order               : Bryopsidales
Family             : Caulerpaceae
Genus              : Caulerpa
(3)   Eucheuna sp
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Rhodophyta
Kelas               : Rhodophyceae
Ordo                : Gigartinales
Famili              : Solieracea
Genus              : Eucheuma
(4)   Sargasum sp
Kingdom         :Chromalveolata
Phylum            :Heterokontophyta
Class                :Phaeophyceae
Ordo                :Fucales
Family             :Sargassaceae
Genus              :Sargassum
(5)   Turbinaria sp
Kingdom         :Plantae
Divisio             :Phaeophyta
Kelas               :Phaepphyceae
 Ordo               :Fucales
 Familia           :Fucaceae
Genus              :Turbinaria
(6)   Padina sp
Kingdom         Plantae
Divisi               Phaeophyta
Class                Phaeophyceae
Ordo                Dictyotales
Famili              Dictyotaceae
Genus              Padina
(7)   Grasilaria verukosa
Phylum            : Rhodophyta
Class                : Rhodophyceae
Ordo                : Gracillariales
Family             : Gracillariaceae
Genus              : Gracillaria
(8)   Dictiota sp
Divisi               : Phaeophyta
Kelas               : Phaeophyceae
Ordo                : Dictyotales
Family             : Dictyotaceae
Genus              : Dictyota
(9)   Gelidium sp
Phylum            : Rhodophyta
Class                : Rhodophyceae
Order               : Gelidiales
Family             : Gelidiaceae
Genus              :Gelidium
(10)    Palmaria palmata
Kingdom         :Plantae
Divisio             : Phaeophyta         
Classis             : Phaeophyceae
Ordo                : Palmariales
Familia            : Palmariaceae                       
Genus              Palmaria                                          
Spesies            : Palmaria palmata
(11)    Halymenia bermudensis
Kingdom         :Plantae
Phylum            :
Rhodophyta
Class                :
Florideophyceae
Ordo                :
Halymeniales
Family             :
Halymeniaceae
Genus              :
Halymenia
(12)    Ulva sp
Kingdom         : Plantae
Divisio             : Thallophyta
Classis             : Chlorophyceae
Ordo                : Ulotrichales
Familia            : Ulvaceae
Genus              : Ulva
(13)    Rodimedinia palmata
Kingdom         :Plantae
Divisi               :Rhodophyta
Kelas               :Rhodophyceae
Ordo                :Rhodymeniales
Family             :Rhodymeniaceae
Genus              :Rhodymenia
(14)    Laminaria sp
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Phaeophyta
Kelas               : Phaeophyceae
Ordo                : Laminariales
Famili              : Laminariaceae
Genus              : Laminaria
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN


(2)   Caulerpa sp
(3)   Eucheuna sp
(4)   Sargasum sp
(5)   Turbinaria sp
(6)   Padina sp
(7)   Grasilaria verukosa
(8)   Dictiota sp
(9)   Gelidium sp
(10)    Palmaria palmata
(11)    Halymenia bermudensis
(12)    Ulva sp
(13)    Rodimedinia palmata
(14)    Laminaria sp


(15)                        



BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Keanekaragaman Alga
1. Halimeda sp
Genus Halimeda dicirikan dengan karakteristik talus coenocytic, genus ini berkembang baik di terumbu karang bersubstra keras. Talus Halimeda banyak mengandung kapur dan membentuk koloni-koloni atau berkelompok dan mempunyai alat perekat berupa rhizoid dan bersegmen. Pada umumnya
Halimeda mempunyai bentuk percabangan yang hampir sama yaitu dichotomous dan trichotomous, bentuk segmen yang silindris dan garis permukaan utrikel yang hampir sama yaitu heksagonal dan polygonal (Hayati, 1995). Pendapat tersebut sesuai dengan ciri-ciri yang diamati.

2.    Caulerpa

Caulerpa sp termasuk ganggang hijau yang hidup di laut tengah. Talus pada bagian atas menyerupai daun dan besarnya sampai beberapa dm, yang berguna untuk asimilasi dan di namakan assimilator. Pada bagian bawah terdiri atas suatu sumbu yang merayap, tidak berwarna dan mengandung leukoamiloplas dan rizoid.

3.       Eucheuna sp
Rumput laut Eucheuma  mempunyai ciri-ciri yaitu thallus silindris, percabangan thallus berujung runcing atau tumpul, ditumbuhi nodulus (tonjolan-tonjolan), berwarna cokelat kemerahan, cartilageneus (menyerupai tulang rawan atau muda), percabangan bersifat alternates (berseling), tidak teratur serta dapat bersifat dichotomus (percabangan dua-dua) atau trichotomus (system percabangan tiga-tiga) Rumput laut Eucheuma cottonii memerlukan sinar matahari untuk proses fotosintesa. Oleh karena itu, rumput laut jenis ini hanya mungkin dapat hidup pada lapisan fotik, yaitu pada kedalaman sejauh sinar matahari masih mampu mencapainya. Di alam, jenis ini biasanya hidup berkumpul dalam satu komunitas atau koloni (Jana-Anggadiredjo, 2006).

Eucheuma  tumbuh di rataan terumbu karang dangkal sampai kedalaman 6 m, melekat di batu karang, cangkang kerang dan benda keras lainnya. Faktor yang sangat berpengaruh pada pertumbuhan jenis ini yaitu cukup arus dan salinitas (kadar garam) yang stabil, yaitu berkisar 28-34 per mil. Oleh karenanya rumput laut jenis ini akan hidup baik bila jauh dari muara sungai. Jenis ini telah dibudidayakan dengan cara diikat pada tali sehingga tidak perlu melekat pada substrat karang atau benda lainnya (Jana-Anggadiredjo, 2006).

4.      Sargasum sp
Habitat : Hidup di sepanjang pantai dan melekat pada batu-batuan/pasir.
Ciri-ciri
- Bentuk Thallus umunya silindris.
- percabangan rimbun.
- bangun daun melebar, atau menyerupai pedang.
- Bersifat aerob.
Morfologi
- Bentuk Thakkus silindris.
- bangun daun melebar, atau menyerupai pedang.
- memiliki reseptakel sbg alat perkembang biakan.
- Gelembung udara yang berfungsi untuk menampung udara.
Anatomi
- Dinding selnya tersusun atas selulosa, pektin dan asam aglin
- Berwarna coklat karena terdapat pigmen fotosantin.
- Memiliki kloroplas sbg tempat penyimpanan makanan.
Reproduksi
- Reproduksi vegetatif dengan cara fragmentasi yaitu memutuskan anggota tubuh dan membentuk individu baru.
- secara generatif dengan isogami dan oogami
(Putranti, 2013)

5.      Turbinaria sp

Habitat : Hidup di tantai/laut
Ciri-ciri
- Melekat pada batu-batuan.
- Berwarna coklat.
- Tubuh berbentuk seperti lembaran.
- Batang berbentuk silindris, tegak, kasar dan terdapat berkas percabangan.
- tidak dapat dibedakan antara akar, batang dan daun.
Morfologi
- Tubuh berbentuk seperti benang.
- Panjang mencapai piluhan meter.
- Helaian thallus berbentuk bulat yang dipinggirnya bergerigi.
- Terdapat reseptakel sebagai alat perkembangbiakan.
Anatomi
- Terdapat pigmen fikosantin, klorofil dan xantofil.
- Dinding sel terdiri atas selulosa, pektin dan asam algin
- Asam algin berfungsi untuk pembuatan cat.
- terdapat konseptakel dalam rongga tubuh yang berfungsi menghasilkan gamet.
Reproduksi
- Reproduksi vegetatif dengan cara fragmentasi (pemisahan).- cara generatif dengan isogami dan oogami.
Klasifikasi : Plantae, Phaeophyta,
Phaeophyceae, Fucales, Sargassaceae,Turbinaria,Turbinaria sp (Sedjati, 2013)

6.      Padina sp

Ciri-ciri morfologi : Thallus dari Padina sp mirip seperti kebanyakan rumput laut dari genus padina, yakni berbentuk seperti kipas, serta membentuk segmen-segmen lembaran tipis (lobus) dengan garis-garis yang cenderung melingkar (radial). Sering ditemukan struktur thallusnya berbentuk terpotong-potong. 
 Rumput laut padina merupakan salah satu rumput laut coklat yang mengandung kalsium karbonat pada bagian tubuhnya, terlihat dari warna keputih-putihan yang berada pada thallusnya.

Habitat dan distribusi : Padina sp biasa ditemukan di pinggir pantai dan bebatuan. Penyebaran algae ini tersebar luas di perairan Pasifik selatan terutama di wilayah Australia dan perairan Samudera Hindia. Di Indonesia sendiri alga ini mudah sekali ditemukan di hampir seluruh pesisir kepulauan.


7.      Grasilaria verukosa
Ciri umum dari Gracilaria verukosa adalah mempunyai bentuk thallus silindris atau gepeng dengan percabangan mulai dari yang sederhana sampai pada yang rumit dan rimbun, di atas percabangan umumnya bentuk thalli (kerangka tubuh tanaman) agak mengecil, permukaannya halus atau berbintil-bintil, diameter thallus berkisar antara 0,5 – 2 mm. Panjang dapat mencapai 30 cm atau lebih dan Glacilaria tumbuh di rataan terumbu karang dengan air jernih dan arus cukup dengan salinitas ideal berkisar 20-28 ppm.
8.       
HABITAT DAN SEBARAN : Gracilaria umumnya hidup sebagai fitobentos, melekat dengan bantuan cakram pelekat ('hold fast') pada substrat padat. Terdiri dari kurang lebih 100 spesies yang menyebar luas dari perairan tropis sampai subtropis. Hal ini menyebabkan beberapa penulis menyebutnya sebagai spesies yang kosmopolit.
Gracilaria hidup di daerah litoral dan sub litoral, sampai kedalaman tertentu, yang masih dapat dicapai oleh penetrasi cahaya matahari. Beberapa jenis hidup di perairan keruh, dekat muara sungai.

Di Indonesia terdapat lebih kurang 15 jenis Gracilaria yang menyebar di seluruh kepulauan. Di Bangka, Gracilaria convervoides hidup melekat di atas batu karang pada kedalaman 2-5 meter. Di Lombok, G. gigas ditemukan di perairan payau. Daerah sebaran Gracilaria di Indonesia meliputi : Kepulauan Riau, Bangka, Sumatera Selatan, Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Pulau Bawean, Kalimantan, Sulawesi Selatan dan Maluku (Izzati, 2001)

8.      Dictiota sp
Keterangan: Thallus datar dengan cabang dikotomis cukup teratur dengan sisi sejajar 30 cm panjang, tips biasanya bifida. lapisan luar sel kecil melampirkan satu lapisan sel besar tidak lebih dari satu sel tebal bahkan dekat pangkalan. Cabang 3 sampai 12 mm lebar, membran tanpa mid-tulang rusuk.
Habitat:  kolam batu Littoral dan sublittoral.
Distribusi: Sepanjang Kepulauan Inggris dari Shetlands ke Kepulauan Channel, meskipun kurang umum di pantai timur Inggris. Eropa: Mediterania, Azores, Portugal, Atlantic pantai Spanyol dan Perancis, Laut Baltik dan Norwegia. pantai Atlantik Amerika Utara: Virginia. Lebih jauh: Jamaika, Salvage Kepulauan, Canary Islands, Mauritania ke Afrika Selatan, Mauritius, Australia dan Tasmania, Jepang dan Kepulauan Filipina
(Sedjati, 2013)
9.      Gelidium sp
Menurut Bold (1978), Gelidium sp bentuknya berupa helaian atau berbentuk seperti pohon. Tidak berflagella. Selnya terdiri dari komponen yang berlapis – lapis. Gelidium sp termasuk alga merah yang mempunyai pigmen fikobilin yang terdiri dari fikoeritrin (berwarna merah) dan fikosianin (berwarna biru). Pigmen fotosintetik fikobilin, memiliki pirenoid yang terletak didalam koroplas. Pirenoid berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan. Tubuh bersel banyak menyerupai benang atau lembaran. Dalam reproduksinya tidak mempunyai stadia gamet berbulu cambuk. Alat perekat (Holdfast) terdiri dari perakan sel tunggal atau sel banyak. Persediaan makanan berupa kanji (Floridean starch). Gelidium sp umumnya bersifat autotrof, ada juga yang heterotrof, yaitu yang tidak memiliki kromatofora dan biasanya parasit pada ganggang lain. Habitat dari species ini adalah mumnya hidup di laut yang dalam dari pada tempat hidup ganggang cokelat

10.  Palmaria palmata
Nama-nama umum: Dulse, Dillisk (English), Delias, Breathnach (Irlandia)
Keterangan: kemerahan coklat, membran atau kasar, daun pipih, 50-300 (1000) mm panjang, yang timbul dari dasar diskoid, biasanya dengan Stipe kecil berkembang secara bertahap untuk membentuk sederhana daun atau dichotomously dan palmately dibagi, sering dengan selebaran marginal karakteristik. Pisau sangat bervariasi dalam bentuk, memiliki luas bulat telur ke segmen sempit linear.
Palmaria palmata Habitat: Pada batu, kerang dan epifit pada beberapa ganggang, intertidal (di semua tingkat, tetapi terutama di dekat air rendah) dan subtidal dangkal, terutama pada bagian atas stipes Hyperborea Laminaria (kedalaman sekitar 5 m), didistribusikan secara luas, berlimpah
 (Weber & Mohr, 2002)

11.  Halymenia bermudensis
Spesies ini dapat dibedakan dari dua sebelumnya dilaporkan spesies datar luas Halymenia dari North Carolina,  oleh kehadiran Stipe dan sebuah medulla subkompak. Medula terdiri dari ganglia stellate
dan filamen kasar yang berjalan tegak lurus terhadap bidang daun palem tersebut. H. bermudensis dalam tahap dewasa memiliki tekstur kasar dibandingkan t ° tekstur agar-agar dari dua spesies lainnya. Sebagian besar tanaman dari Halymenia bermudensis dikumpulkan di Onslow Bay memiliki stipes sangat singkat, dalam ange, 2-10 mm, dijelaskan oleh Collins & Howe (1916).

12.  Ulva sp
Ulva  mempunyai bentuk seperti selada yang bergerombol dan memiliki warna yang menarik jika di pandang yaitu warna hijau muda , Ulva  ini memiliki habitat di daerah pantai, tubuhnya berbentuk talus, talus yaitu suatu tumbuhan yang belum bisa diketahui secara jelas akar, batang dan daunnya.  Bentuk talus yang dimiliki oleh Ulva  ini yaitu lembaran atau helaian, dikarenakan memiliki bentuk talus seperti lembaran atau helaian, talusnya mempunyai stuktur yang tipis seperti kertas serta licin,  tepian dari talusnya halus dan agak bergelombang,  selain itu spesies jenis ini juga memiliki tempat menempel pada batu karang atau substrat  sebagai tempat dia bertahan hidup , tempat mempel ini biasa disebut dengan holdfast, pada bagian holdfast ini biasanya talus pada Ulva  ini mempunyai warna yang agak lebih gelap. Ulva  memiliki susunan tubuh berupa follaccus atau perlenlsmantis (filament yang pembelahan sel vegetativenya tejadi lebih dari satu bidang)
Ulva, ganggang hijau, adalah spesies dari genus Ulva. Ia menempel di batu. Ia berwarna hijau ke hijau gelap. Chlorophyta ini adalah alga berbentuk lembaran yang terdiri atas dua sel. Ulva, di antara ganggang hijau lainnya, sangat subur di area di mana ada banyak nutrisi tersedia  (Kodir, 2015)

13.  Rodimedinia palmate
Tubuh berbentuk lembaran berwarna merah yang tipis. Hidup di laut eropa bagian tropis di bagian tepi. Berwarna coklat dan menempel pada batuan. Berbentuk seperti roset. Memiliki kandungan asam alginate dan zat agar.  Belum memiliki akar batang dan daun sesungguhnya.

14.  Laminaria sp
Secara anatomi, struktur dari Laminaria ini menurut Muzayyinah (2003) adalah Bagian dalam talus terdiri atas bebreapa lapisan, permukaan ditutupi oelh kutikula yang mengandung asam alginat (algine). Korteks luar mengandung meristoderm, terdiri sel kuboid kecil yang berpigmen yang digunakan untuk fotosintesis. Korteks dalam tersusun atas sel-sel panjang berpigmen yang terdiri dari masa yang kompak. Medula dibagian tengah terdiri dari sel-sel seperti benang panjang dan tepi berlekatan diliputi oleh lendir, terdapat hifa dan sel pengangkut. Sel pengangkut ini tersusun dalam barisan memenjang, ujung melebar dan menyatu.
Pada sel umumnya dapat ditemukan adanya dinding sel, yang tersusun dari tiga macam polimer, yaitu : selulosa, asam alginate, fukan dan fukoidin. Dimana algin dan fukoidin lebih kompleks dari selulosa dan gabungan dari keduanya membentuk fikokoloid. Cadangan makananberupa Berupa laminarin, sejenis karbohidrat yang menyerupai dekstrin yang lebih dekat dengan selulosa daripada zat tepung. Selain laminarin juga ditemukanmanitol, minyak dan zat – zat lainnya (Muzayyinah, 2003)

3.2 Menganalisis Peranan atau Potensi Alga
1. Halimeda sp
Halimeda mengandung senyawa diterpena aldehid berupa halitunal dan diterpena tetraasetat. Senyawa diterpenoid merupakan senyawa yang mempunyai 20 atom karbon dan dibangun oleh 4 unit isoprene. Senyawa ini mempunyai bioaktifitas yang cukup luas yaitu sebagai hormone pertumbuhan tanaman, inhibitor tumor, senyawa pemanis dan anti karsinogenik (Hayati, 1995).
Gambar Senyawa Diterpena Tetra Asetat

Alga Halimeda  memiliki senyawa yang mengandung aktivitas antibakteri pada 2 bakteri uji yaitu Yersinia enterocolitica dan Proteus stuarti. Dari hasil uji aktivitas antibakteri dapat dilihat ukuran zona hambat yang terbentuk oleh siprofloksasin lebih besar dan lebih baik daripada empat larutan uji yang digunakan, sedangkan untuk aquades tidak terbentuk zona hambat. Diperoleh demikian karena ciri-ciri efektifnya suatu zat antibakteri adalah memiliki zona hambat yang luas dan bersih (tidak ditumbuhi bakteri). Siprofloksasin merupakan antibiotik dengan kegiatan luas, yaitu antibiotika yang aktif terhadap banyak jenis bakteri, virus dan protozoa.
medion_vaksin2.gif




2. Caulerpa sp
Caulerpa sp memiliki kemampuan menghasilkan sumber antioksidan (Fithrani. D, 2009). Sifat Caulerpa sp yang aman dikonsumsi dan telah dimanfaatkan sebagian masyarakat pesisir sebagai sayuran segar, memungkinkan rumput laut ini dapat dieksplorasi sebagai sumber antioksidan alami (Yusminarti, 2013). Antioksiden dapat menangkal radikal bebas merupakan salah satu “virus” yang dapat membuat kerusakan pada sel-sel dalam tubuh yang menjadi salah satu faktor penyebab kanker. Kerusakan sel tidak hanya dapat menyebabkan berbagai penyakit berbahaya, melainkan juga dapat memberikan efek di kulit, wajah, dan berbagai bagian lainnya. Radikal bebas sangat berbahaya tidak hanya dapat menyebabkan kerusakan sel kronis yang menjadi sumber penyakit mematikan. Ia juga merusak struktur tubuh karena mempengaruhi sel sehat dalam tubuh.
antioxidant_activity.jpg
Mekanisme Antioxidant terhadap Radikal Bebas

 3. Eucheuma sp
Dari perhitungan tersebut Eucheuma sp mengandung Karbihidrat diamana karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi utama bagi manusia. Sehingga dapat digunakan sebagai sumber energi bagi manusia.

Eucheuma sp dapat dimanfaatkan sabagi obat untuk menurunkan kolesterol darah dan gula darah. Hal ini karena Eucheuma sp (terutama Eucheuma cottoni ) berfungsi sebagai penghasil karaginan mempunyai kandungan serat yang tinggi. Kadar serat makanan dari rumput laut Eucheuma cottoni mencapai 67,5% yang terdiri dari 9,47% serat makanan yang tak larut air dan 26,03% serat makanan yang larut air sehingga karaginan berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan makanan yang menyehatkan. (Kalaka, 2014)


4.      Sargassum sp
Sagassum sp dimanfaatkan sebagia industry makanan,  industry kosmetik, tekstil dan cat. Hal tersebut karena sargassum mengandung senyawa asam alginate.  Sagassum sp adalah salah satu jenis alga coklat yang banyak ditemukan di perairan Indonesia. Jenis ini termasuk algae yang sangat potensial untuk bahan baku penghasil alginate. Kandungan utama algae coklat adalah polisakarida alginat. Pada Sargassum asal Indonesia kandungan alginat sebesar 20 % - 27 %. Secara fisika dan kimia alginat merupakan senyawa polimer yang bersifat koloid, membentuk gel, bersifat hidrofilik. Alginat juga diketahui memiliki kemampuan berikatan dengan senyawa polyvalen yang memiliki viskositas yang lebih baik dengan kekuatan gel yang lebih baik pula. kemampuan berikatan dengan ion-ion 5 ini pula merupakan salah satu.sifat dasar dalam pengembangan berbagai macam pemanfaatan alginate (Dana, KM 2014).
Berdasarkan sifat-sifat tersebut di atas alginat telah dimanfaatkan dalam berbagai bidang industri misalnya industri makanan, minuman, industri kosmetik, industri farmasi, dan industri tekstil. Dalam industri makanan lebih banyak digunakan untuk memperbaiki tekstur karena sifatnya sebagai stabilizer, emusifier, dan thickening; juga konsistensinya stabil, filling untuk pie, dan pembuatan jelly, serta campuran pada pengalengan paging, dan ikan.Dalam industri kosmetik dimanfaatkan sebagai bahan dasar emulsi pada sediaan moisturising karena sifat alginat yang banyak menyerap air. Dalam industri cat dan tekstil dipakai untuk mengkilapkan cat sehingga warna lebih tegas dan lebih mengkilap. (Dana, KM. 2014)

5.      Turbinaria
Turbinaria termasuk bahan pangan yang mengandung mineral cukup
tinggi seperti kalium, kalsium, fosfor,natrium, magnesium, mangan, dan zat besi (Anggadiredja, 2006). Kalsium mempunyai peran penting didalam tubuh, yaitu dalam
pembentukan tulang dan gigi; dalam pengaturan fungsi sel pada cairan ekstraselular dan intraselular, seperti untuk transmisi saraf, kontraksi otot, penggumpalan darah, dan menjaga permebilitas membran sel. Selain itu, kalsium juga mengatur pekerjaan hormon-hormon dan faktor pertumbuhan (Arifin,2008).

Tabel Kebutuhan Kalsium Orang Indonesi


Dari tabel tersebut maka dengan mengkonsumsi turbinaria, kita dapat memenuhi kebutuhan kalsium terutama bagi ibu hamil.

6.      Padina sp
Kandungan kimia yang terdapat dalam Padina sp antara lain: a) komponen
hidrokarbon atau karbonil, asam absisat, 1,4-Naphthoquinone, b) pigmen klorofil
a dan c, c) polisakarida, dan d) asam alginat, laminarin. Padina sp juga telah
dimanfaatkan dalam pembuatan pupuk, makanan manusia, dan obat-obatan seperti
antimikrobia(Pallo, 2013). Pada Padina pavonica menunjukkan adanya aktivitas antibakteri terhadap Bacillus Subtilis (Pallo, 2013). Dari pernyataan tersebut maka Padina dapat berperan sebagai antibiotik.


7.      Gracilaria Verucosa
 Gracilaria Verucosa memiliki peranan dalam menurunkan kandungan amonia, nitrit dan nitrat adalah lebih efektif dibanding dengan Sargassum. Dengan Gracilaria, konsentrasi amonia, nitrit dan nitrat berturut-turut turun hingga 60,91%, 28,57%, dan 36,84% . Hal ini disebabkan karena kecepatan pertumbuhan Gracillaria lebih tinggi dibanding dengan Sargassum (Izzati, 2001). Pada konsentrasi subletal, amonia dapat menimbulkan perubahan histologis pada beberapa organ, seperti ginjal, thiroid dan darah. Pendedahan terhadap amonia secara terus menerus menyebabkan hewan akuatik lebih rentan terserang penyakit dan cenderung mengalami penurunan pertumbuhan. Konsentrasi amonia lebih rendah dari 0,3 mg/l termasuk dalam kondisi aman untuk udang windu. Konsentrasi terbaik untuk pertumbuhan udang windu adalah lebih rendah dari 0,01 mg/l (Izzati,2001). Dengan demikian Gracilaria Verucosa berperan dalam kestimbangan nitrit dan nitrat pada air tambang.

8.       Dictyota sp
Dictyota sp sebagai pupuk organik, dikarenakan kandungan kimiawi yang terdapat dalam alga laut merupakan nutrien yang sangat penting bagi semua mahluk hidup termasuk tumbuh-tumbuhan, maka alga laut dapat dimanfaatkan sebagai sumber alternatif penganti pupuk-pupuk pertanian yang mengandung bahan kimia sintesis. Dictyota sp dapat digunakan sebagai pupuk organik karena mengandung bahan-bahan mineral seperti potasium dan hormon seperti auxin dan sytokinin yang dapat meningkatkan daya tumbuh tanaman untuk tumbuh, berbunga dan berbuah. Pemanfaatan Dictyota sp sebagai pupuk organik ditunjang pula oleh adanya sifat hydrocolloids pada alga laut yang dapat dimanfaatkan untuk penyerapan air (daya serap tinggi) dan menjadi substrat yang baik untuk mikroorganisme tanah. Pembuatan pupuk rumput laut dalam bentuk padat diawali dengan menghancurkan rumput laut sampai halus. Tujuannya, agar bakteri penghancur dalam proses fermentasi dapat bekerja maksimal. Selain itu, senyawa laktosan (senyawa gula) dapat mudah menyatu. Semua bahan baku pembuatan pupuk rumput laut itu dicampur dan dimasukkan ke dalam wadah semisal drum, plastik, atau tempat yang memungkinkan berlangsungnya proses fermentasi kedap udara. Apabila selama fermentasi terdapat udara, maka proses pembuatan pupuk pun akan gagal. Waktu fermentasi optimal untuk membuat pupuk rumput laut padat itu sekitar dua pekan. Setelah itu, pupuk dapat diberikan pada tanaman sayur, buah, dan bunga.



9.      Geldium sp
Pada Geldium sp, mengandung zat agar yang berfungsi untuk pembuatan tekstil, es krim dan di bidang farmasi.  Didalam pembuatan es krim, digunakan untuk mengentalka  karena pada zat agar memiliki kekuatan gel yang mampu untuk mengentalkan es krim
Dalam bidang farmasi peranan agar biasanya digunakan sebagai media kultur bakteri untuk uji coba berbagai jenis antibiotika. Selain penumbuhan bakteri juga jamur, dimana biasanya di dalam media agar tersebut ada penambahan nutrien kedalam media kultur bakteri. Agar-agar untuk pertumbuhan bakteri sebaiknya masih tetap cair bila digunakan sampai 42oC dan tetap kuat pada suhu 370C bakteri yaitu menggunakan suhu incubator. Ada beberapa bakteri yang mampu mencerna agar-agar yaitu bakteri Vibrio agar lequefaciens dan ada lagi bakteri lainnya, ada 20 jenis bakteri. Bakteri ini juga digunakan untuk menguji apakah kandungan phycocoloid yang diekstrak dari alga benar-benar agar atau bukan, karena bakteri ini tidak memakan karagenan (Lase, 2014).

10.  Palmaria Palmata
Palmaria palmata mengandung antioksidan yang baik untuk kesehatan. Menurut Wang dkk (2009) Enzimatik Ekstraksi Antioksidan dari Dulse
Hasil in vitro tes (DPPH aktivitas antioksidan, ORAC
dan besi ion-chelating kemampuan) menunjukkan bahwa hidrolisis enzimatik
menggunakan enzim komersial (protease dan karbohidrase) telah
efektif dalam meningkatkan ekstraksi polifenol dan aktif lainnya
senyawa dari P. Palmata
yang biasanya digunakan sebagai mentega di islandia.

11.  Halimenia Bermudensis
Halimenia bermudensis mengandung Vitamin C dan E sehingga dapat digunakan sebagai pembuatan kosmetik. Pada pembuatan kosmetik vitamin C dan E berufungsi sebagai serum wajah (Lase, 2014).

12.  Ulva sp
Pada Ulva sp mengandung citamn A (jumlahnya sama dengan yag terkandung dalam kubis), vitamin B1, Vitamin C. Sehingga dapat digunakan dalam bidang farmasi sebagai bahan pembuat vitamin C  dan pembuatan kosmetik.

13.  Rhodimenia Palmata
Pada Rhodimenia palmate memiliki kandungan nutrisi dan vitamin yang tinggi sehingga di daerah Eropa digunakan sebagai bahan-bahan pembuat makanan di rumah sakit.
14.  Laminaria sp
Selanjutnya menurut Moris (1967), kandungan yang terdapat di dalam ganggang laut cokelat / brown seaweed pada genus Laminaria sp adalah fucoidan, iodine organic, alginate, laminarin dan mineral. Semua zat tersebut berfungsi sebagai perlindungan antikanker, meningkatkan imunitas ,metabolisme, pengikat kolesterol dalam darah dan zat anti penggumpalan darah yang membantu mencegah stroke. Keunggulan suplemen Brown Seaweed lainnya adalah bioavailabilitas yang tinggi yaitu kemampuan untuk dicerna, diserap dan dimetabolisme menjadi nutrisi yang diperlukan tubuh dan tepat mencapai sasaran. Suplemen ini telah digunakan sebagai suplemen pencegahan dan perawatan pasca stroke di Indonesia.
Menurut Chapman (1980), Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa Laminaria memilki fungsi dalam tanaman obat berkhasiat untuk kesehatan. Berbagi penelitian mengungkap bahwa ganggang coklat memili keistimewaan sebagai tanaman obat berkhasiat. diantaranya:
1)   Di dalam ganggang Laut Cokelat mengandung fucoidan mampu menghambat pembentukan bekuan darah sehingga menurunkan resiko terserang penyakit jantung dan stroke.
2)   Fucoidan dalam ganggang cokelat mempercepat fungsi motorik pada minggu pertama dan perbaikan memori.
3)   Ganggang cokelat mengubah aktifitas enzim di liver yg mengontrol metabolisme asam lemak, sehingga menurunkan kadar lemak dalam darah. Selain itu, dapat juga meningkatkan pembakaran lemak di liver.
4)   Ganggang Laut cokelat (brown seaweed) membantu menurunkan kadar kolesterol sebanyak 26,5% dan trigliserida sebanyak 36,1%.


15.   
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan



DAFTAR RUJUKAN








BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan

4.2 Saran



Bold, H.C. and Wynne, M.J. 1985. [Introduction to the Algae: Structure and reproduction] 2nd ed. Prentice Hall, Inc. [dalam bahasa Indonesia]. Englewood Cliffs.
JMT, Sinabutar. 2014. Pemanfaatan Rhodophyta. Sumatera Utara:  Universitas Sumatera Utara. (Online), (http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/41167/4/Chapter%20II.pdf). Diakses 2 April 2016
M.Lase. 2014. Makroalga. Sumatera Utara: Universitas Sumatera Utara http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/40385/4/Chapter%20II.pdf
Pallo, Alfian. 2013. Distribusi Makro Alga Pada Ekosistem Lamun Dan Terumbu Karang Di Pulau Bonebatang, Kecamatan Ujung Tanah, Kel Urahan Barrang Lompo,Makassar. Makassar : Universitas Hasanuddin. (online), (http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/5939/ALFIAN%20PALALLO%20%28L111%2008%20295%29.pdf?sequence=1)

Purba, E. 2014. Pengenalan Makroalga. Sumatera Utara : Universitas Sumatera Utara. (online), (http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/40385/4/Chapter%20II.pdf)
Nuraeni, Eni.Bahan Ajar Praktikum Phaeophyta. Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia. (online), (http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._BIOLOGI/197606052001122-ENI_NURAENI/BAHAN_AJAR/PHAEOPHYTA.pdf). Diakses 2 April 2016.

Y.D Fera. 2013.  KANDUNGAN TOTAL FENOL DALAM RUMPUT LAUT Caulerpa racemosa YANG BERPOTENSI SEBAGAI ANTIOKSIDAN. Sulawesi Utara.
KM, Dana. 2014. Peranan Saegassum. Gorontalo : Universitas Negeri Gorontalo. (online), (http://eprints.ung.ac.id/3511/9/2012-1-1002-612307021-bab2-14082012123650.pdf)
Anggadiredja, J.T., A. Zatnika., Heri Purwoto., dan Istini, S. 2006. Rumput Laut. Jakarta: Penebar Swadaya
Arifin, Zainal. 2008. Beberapa Unsur Mineral Esensial Mikro Dalam Sistem Biologi Dan Metode Analisisnya. Bogor : Jurnal Litbang, (online), ( http://pustaka.litbang.pertanian.go.id/publikasi/p3273084.pdf)

Byrd, H. W. 1983. Pedoman Teknologi Benih (Terjemahan Emid Hamidin). Jakarta: Pembimbing Massa.
Dawes CJ. 1981. Marine Botany. New York: John Wiley dan Sons, University of South Florida.
Handayani, tri., Sutarno., A.D Setyawan. 2004. Analisis Komposisi Nutrisi Rumput Laut Sargassum crassifolium J. Agardh. Biofarmasi. 2(2): 45-52.
Nurmiyati. 2013. KERAGAMAN, DISTRIBUSI DAN NILAI PENTING MAKRO ALGA DI PANTAI SEPANJANG GUNUNG KIDUL. Bioedukasi. 6(1): 12-21.

Bold, 1978. Introduction To The Algae, Structure and Reproduction. New Delhi : Prentice Hall      Of India.
WEBER & MOHR. 2002. The Seaweed Site: information on marine algae. (Online), (http://www.seaweed.ie/descriptions/palmaria_palmata.php)
Morris. 1967 dalam Majangkum (1999). Kajian Kepelbagaian Alga Marin di Perairan Pantai Lido, Johor.http//www.google.com. Di akses tanggal 2 April 2016

Chapman D.J. 1980. Seawees and Their Uses. 3 nd ED. Chapman and Hall London, New York. 194-225

Collins, Edward & Howe, John. 1916. Branched Halymenia species (Halymeniaceae,Rhodophyta) in the Indo-Pacific region, including descriptions of Halymenia hawaiiana sp. nov. and H.tondoana sp. USA : ational University of Ireland (Online), (http://www.phycology.ugent.be/reprints/Hernandez-Kantun_Halymenia_EJP_2012.pdf)

Jana-Anggadiredjo, 2006. Rumput Laut. Penebar Swadaya, Jakarta.



PUTRANTI  , IKA RISTYANA. 2013. SKRINING FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK RUMPUT LAUT Sargassum duplicatum dan Turbinaria ornata DARI JEPARA. Semarang : Universitas Diponerogo

Sedjati, Sri dkk. 2013. Pengaruh Suhu Ekstraksi Terhadap Kualitas Alginat Rumput Laut
Turbinaria sp. dari Pantai Krakal, Gunung Kidul-Yogyakarta. Yogyakarta : Journal Of Marine Research
Izzati, Munifatul. 2001.
 Efektifitas Sargassum Plagyophullum dan Gracilaria Verrucosa dalam Menurunkan Kandungan Amonia, Nitrit dan Nitrat dalam Air Tambak. Semarang : Universitas Diponerogo

Kodir, Abdul, Reza. 2015. Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Ulva Lactuca dengan Ekstraksi Bertingkat Menggunakan Metoda Dpph. Bandung : Universitas Islam Bandung



 Yusniarti, Fera. 2010.  KANDUNGAN TOTAL FENOL DALAM RUMPUT LAUT Caulerpa racemes YANG BERPOTENSI SEBAGAI ANTIOKSIDAN. Sumatera Utara. Universitas Sumatera Utara

Fithriani D. 2009. Potensi Antioksidan Caulerpa racemosa Diperairan Teluk Harun Lampung. Thesis. Program Pasca sarjana. Institut Pertanian Bogor.

Kalakam srirk.2014. Peranan Eucheuma. Gorontalo : universitas Negeri Gorontalo. (online), (http://eprints.ung.ac.id/1054/6/2012-2-54244-632409059-bab2-23012013091447.pdf).
Dana, KM. 2014. Tinjauan Makro Alga. Gorontalo : Universitas Gorontalo (Online), (http://eprints.ung.ac.id/3511/9/2012-1-1002-612307021-bab2-14082012123650.pdf)

Wang, T, dkk. 2009. Palmaria palmata in food formulations as natural
antioxidant and functional ingredient. USA : University of Iceland.

Teori Belajar Behavioristik dan Penerapannya Dalam Pembelajaran

Teori belajar behavioristik menjelaskan bahwa belajar adalah perubahan perilaku yang dapat diamati, diukur dan dinilai secara konkret. Perubahan ini memiliki faktor penting berupa rangsangan (stimulans) yang nantinya dapat direspon oleh peserta belajat berupa perilaku reaktif  berdasarkan hukum-hukum mekanistik. Stimulans belajar dalam teori ini adalah lingkungan belajar anak , baik secara internal maupun eksternal yang menjadi penyebab perubahan perilaku tersebut. Sedangkan respons merupakan akibat yang berupa reaksi fisik  dari stimulans yang diberikan. Menurut teori faktor lain yang mendukung pembelajaran adalah penguatan (reinforcement). Penguatan  menurut teori behavioristik adalah segala sesuatu yang dapat memperkuat timbulnya respon terhadap stimulans yang dberikan. Apabila penguatan ditingkatkan (positive reinforcement) maka respon akan semakin kuat. Begitu pula bila penguatan diturunkan (negative reinforcement), maka respon akan tetap dikuatkan.
Inti dari teori Behavioristik adalah
1. Mementingkan faktor lingkungan
2. Menekankan pada faktor bagian
3. Menekankan pada tingkah laku yang nampak dengan mempergunakan metode obyektif.
4. Sifatnya mekanis
Dalam teori behavioristik guru dianggap sebagai stimulus yang memberikan rangsangan kepada siswa yang merupakan objek outpu atau perespon dari stimulus. Guru dapat memberikan stimulus berupa alat peraga, video pembelajaran, pedoman kerja dan menerangkan pelajaran melalui gerakan tubuh. Setelah melakukan stimulus dengan cara-cara seperti itu siswa akan memberikan respo berupa pemahaman atas apa yang diajarkan. Dalam teori ini proses pembelajaran tidaklah penting yang penting adalah hasil dari pembelajaran tersebut. contohnya seorang siswa yang belum bisa melakukan perkalian bersusun. Guru memberikan penjelasan sehingga siswa dapat menghafal perkalian 1 sampai 10 akan tetapi siswa masih belum mengetahui tentang perkalian bersusun, maka siswa tersebut belum dikatakan belajar mengenai perkalian bersusun karena belum dapat melakukan perkalian berususn (belajar=  dari yang belum bisa menjadi bisa).

Selain itu dalam penerapan teori behavioristik juga perlu adanya penguatan positf dan penguatan negative bagi siswa. Maksudnya apabila ada sesuatu yang mendukung pembelajaran maka harus didukung dengan memberikuan penguatan positif contohnya apabila siswa rajin belajar maka dilakukan penguatan dengan memberikan tugas agar siswa dapat lebih rajin dalam belajar. Apabila ada sesuatu yang justru dapat menghambat pembelajaran maka dapat dilakukan penguatan negatif. Contohnya apabila bermain game dapat membuat siswa malas belajar maka dilakukan penguatan negative dengan megurangi waktu untuk bermain game. 

Selasa, 31 Januari 2017

Hakikat dan Ciri-Ciri Belajar dan Pembelajaran (Teori Deskriptif dan Perspektif)


Hakikat belajar
Belajar merupakan proses manusia untuk mencapai berbagai macam kompetensi, keterampilan, dan sikap dalam mencapai kepandaian atau ilmu. Sehingga dengan belajar manusia menjadi  lebih tahu, memahami, mengerti, dapat melaksanakan dan memiliki tentang sesuatu yang sudah dipelajari. Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah kegiatan belajar mengajar merupakan kegiatan paling pokok. Hal ini berarti bahwa keberhasilan atau tidaknya pencapaian tujuan pendidikan bergantung pada proses belajar yang dilakukan siswa sebagai anak didik.
Pembelajaran adalah proses interaksi  yang terjadi pada peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan atau fasilitas yang diberikan oleh tenaga pendidik sehingga dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan , penguasaan kemahiran, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses yang mendukung peserta didik agar dapat belajar dengan baik.
Dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 20 dinyatakan bahwa Pembelajaran 11 adalah Proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

Ciri pembelajaran
1.      Merupakan upaya yang telah direncanakan
2.      Pembelajaran harus dapat membuat siswa belajar
3.      Tujuan harus ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses kegiatan dilaksanakan
4.      Pelaksanaannya harus terkontrol baik dalam hal isi, waktu, proses maupun hasilnya

Ciri-ciri belajar
1. Adanya perubahan. Perubahan yang dimaksud adalah tingkah laku yang bersifat pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik), maupun nilai dan sikap (afektif).
2. Perubahan  berlangsung menetap atau dapat disimpan.
3. Perubahan  yang ada  tidak terjadi begitu saja melainkan harus dengan diimbangi dengan usaha.
4. Perubahan tidak hanya  disebabkan oleh pertumbuhan fisik/ kedewasaan, tidak karena kelelahan, penyakit atau pengaruh obat-obatan.

Teori perspektif dan Deskriptif
1.   Menurut Bruner
Teori pembelajaran merupakan teori perspektif karena tujuan utama teori pembelajaran adalah menetapkan metode pembelajaran yang optimal. Sedangkan teori belajar merupab teori deskriptif karena tujuan utama belajat adalah menjelaskan proses belajar.

2.      Menurut reigeluth
Teori perspektif merupakan goal oriented sedangkan deskriptif merupakan goal free. Yang dimaksud dengan goal  oriented yaitu pembelajaran untuk mencapai tujuan sedangkan goal free yaitu pembelajaran yang hanya untuk memberikan hasil bukan untuk mencapai suatu tujuan.
Teori belajar memfokuskan pada hubungan antara variable-variabelnya yang menentukan hasil belajar. Sedangkan teori pembelajaran sebaliknya teori ini menaruh perhatian pada cara bagaimana seseorang dapat mempengaruhi orang lain agar terjadi proses belajar. Dari penjelasan tesebut dapat diketahui bahwa kondisi dan metode pembelajaran merupakan suatu variable bebas dan hasil pembelajaran adalah suatu variable tergantung. Oleh karena itu variable yang diamati dalam mengembangkan teori belajar yang bersifat perspektif merupakan metode yang efektif untuk mencapai suatu tujuan, sedangkan dalam teori pembelajaran deskriptif variable yang diamati adalah hasil yang diperoleh dari belajar. Banyak teori pembelajaran yang sebenarnya merupakan teori belajar. Hal tersebut terjadi karena teori pembelajaran tidak disertakab dengan variable metode pembelajaran.
Metode  disebut teori deskriptif apabila pelajaran atau isi materi diorganisasi dengan menggunakan metode elaborasi, dengan demikian diperoleh belajar dan retensi (hasil) yang akan meningkat.
Pada teori belajar deskriptif memiliki kelebihan yaitu kegiatah lebih terkonsep sehingga masiswa dapat memahami materi dengan baik, mendorong siswa untuk mencari sumber pengetahuan sebanyak-banyaknya dalam mengerjakan suatu tugas. Selain itu teori deskriptif juga memiliki kekurangan yaitu kurang memperlihatkan sisi psikologis siswa dalam memaham suatu materi.
Pada teori prespektif memiliki kelebihan yaitu bersifat sistematis, banyak member motivasi pada siswa agar terjadi proses optimal dalam kerja otak. Akan tetapi teori prespektif membutuhkan waktu yang lama dalam pelaksanaannya.

REFLEKSI KE-2


Dari pembelajaran kali ini saya menjadi tau bahwa kurikulum merupakan pedoman pelaksanaan pendidikan dengan disertakan dengan tujuan-tujuan yang akan dicapai dalam suatu pembelajaran. Tujuan pendidikan dalam kurikulum indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa seperti yang dijelaskan dalam pembukaan UUD 1945. Sedangkan arti pendidikan dalam arti tersebut telah diatur dalam UU pada pasal 1 tahun 2003 no 20 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara dalam pasal tersebut telah dijelaskan bahwa kecerdasan tidak hanya tentang intelektual saja namun juga harus diimbangi dengan emosional dan spiritual yang baik. Dari persentasi pada pagi hari ini saya menjadi tau bahwa pintar dalam intelektual saja tidak cukup untuk mencerdaskan kehidupan bangsa namun bangsa indonesia memerlukan orang-orang yang memiliki nilai emosional, spiritual dan intelektual itulah yang disebut dengan masyarakat indonesia yang cerdas. Saya sangat setuju dengan UU pada pasal 1 tahun 2003 no 20 karena masyarakat yang tidak memiliki nilai-nilai emosional dan spiritual justru dapat merusak negara indonesia dan dapat memecah belah bangsa indonesia karena mereka hanya mengandalkan intelektual yang mereka dapatkan tanpa peka terhadap keadaan sekitar. Dalam kata lain apabila seseorang memiliki intelektual yang tinggi sedangkan nilai emosional dan spiritual yang rendah maka ego orang tersebut tinggi dan tidak dapat menjaga hubungan sosial yang baik.
Tidak hanya mengenai pendidikan nasional namun dari pembelajaran kali ini saya mengetahui apa makna dari the learning universit. Dulu saya mengira bahwa the learning university hanya nama lain dari Univeristas Negeri Malang  saja. Akan tetapi the learning university memiliki makna yang sangat penting bagi pembelajaran yang berlangsung di universitas negeri malang. The learning university memiliki dua makna yaitu sebagai learning organization, dan sebagai learning resource. Dalam learning organization, keterlibatan semua unsur (organism) di dalam sistem organisasi itu mengedepankan aspirasi, pengembangan kepedulian, dan pengembangan kapabilitas mereka bersama, sehingga system organisasi UM  dan unsur-unsurnya dapat (mem)belajar(kan) satu sama lain. Sedangnkan UM menjadi learning resources center bagi semua warga masyarakat segala lapisan. Ini mengandung arti bahwa UM membuka akses seluas-luasnya sebagai tempat dan rujukan belajar bagi semua. Dari penjelasan tersebut maka yang ditunutut oleh mahasiswa universitas negeri malang adalah bertanggung jawab dalam organisasi dengan cara mengembangkan aspirasi, kepedulian dan mahasiswa diharapkan menjadi rujukan tidak hanya pendidikan tapi juga organisasi.
Saya menjadi lebih tau apa yang saya harus lakukan sebaga mahasiswa Universitas Negeri Malang. Selain itu dari diskusi kemarin ternyata pengetahuan mengenai kurikulum pada siswa jenjang SMA itu perlu karena siswa dapat mengontrol apabila guru sebagai pengajar tidak mengajar sesuai dengan poin-poin yang ada didalam kurikulum. Selain itu mengapa kurikulum tidak diperkenalkan pada siswa SMP dan SD? Karena siswa SD dan SMP hanya mampu mempelajari pelajaran yang bersifat konrit dan dapat diindrakan sedangkan kurikulum merupakan sesuatu yang abstrak, tidak dapat diindrakn dan diamati secara langsung oleh karena itu kurikulum tidak dapat disampaikan kepada siswa SD dan SMP. Akan tetapi pada kenyataannya kurikulum tidak diperkenalkan kepada siswa SMA sehingga siswa SMA tidak mengetahui apa saja yang harus dicapai dalam pembelajaran dan apa saja aktivitas yang harus dilakukan dalam pembelajaran.


Minggu, 29 Januari 2017

PERKEMBANGAN KURIKULUM DI INDONESIA


Oleh : Hanina Salmah
Universitas Negeri Malang

1.      Kurikulum 1947
Kurikulum saat itu diberi nama Rentjana Pelajaran 1947. Pada saat itu, kurikulum pendidikan di Indonesia masih dipengaruhi sistem pendidikan kolonial Belanda dan Jepang, sehingga hanya meneruskan yang pernah digunakan sebelumnya. Rentjana Pelajaran 1947 boleh dikatakan sebagai pengganti sistem pendidikan kolonial Belanda. Karena suasana kehidupan berbangsa saat itu masih dalam semangat juang merebut kemerdekaan maka pendidikan sebagai development conformism, bertujuan untuk membentukan karakter manusia Indonesia yang merdeka dan berdaulat dan sejajar dengan bangsa lain di muka bumi ini (Sutisna, 2010).  
Jadi menurut saya kurikulum 1947 ini tidak jauh berbeda dengan sistem pendidikan yang digunakan saat zaman kolonial belanda dan jepang. Kurikulum 1947 memiliki tujuan untuk membangun karakter pelajar yang merdeka, berdaulat dan tidak  merasa berbeda dengan negara-negara lain.

2.      Kurikulum 1952
 Setelah Rentjana Pelajaran 1947, pada tahun 1952 kurikulum di Indonesia mengalami penyempurnaan. Pada tahun 1952 ini diberi nama Rentjana Pelajaran Terurai 1952. Kurikulum ini sudah mengarah pada suatu sistem pendidikan nasional. Yang paling menonjol dan sekaligus ciri dari kurikulum 1952 ini bahwa setiap rencana pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari (Yuniarto, 2010).
Jadi menurut saya kurikulum 1947 ini tidak jauh berbeda dengan kurikulum 1947. Akan tetapi lebih disempurnakan dengan tujuan kurikulum yang mengarah pasa sistem pendidikan nasional. Pembelajaran akan dihubungkan dengan kehidupan yang dialami sehari-hari oleh siswa.

3.      Kurikulum 1964
Usai tahun 1952, menjelang tahun 1964, pemerintah kembali menyempurnakan sistem kurikulum di Indonesia. Kali ini diberi nama Rentjana Pendidikan 1964. Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 yang menjadi ciri dari kurikulum ini adalah bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD, sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana yang meliputi pengembangan daya cipta, rasa, karsa, karya, dan moral. Mata pelajaran diklasifikasikan dalam lima kelompok bidang studi: moral, kecerdasan, emosional/artistik, keprigelan (keterampilan), dan jasmani. Pendidikan dasar lebih menekankan pada pengetahuan dan kegiatan fungsional praktis (Sutisna, 2010).
Jadi, inti dari kurikulum 1964  adalah tentang pengembangan daya cipta, rasa, karsa, karya, dan  moral  yang menjadi ciri dari kurikulum ini. Pemerintah berharap dengan digantinya kurikulum 1964 ini maka  rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD. Matapelajaran diklasifikasikan dalam lima kelompok bidang studi: moral, kecerdasan, emosional/artistik, keprigelan (keterampilan), dan jasmani.


4.      Kurkulum 1968
Kurikulum 1968 merupakan pembaharuan dari Kurikulum 1964, yaitu dilakukannya perubahan struktur kurikulum pendidikan dari Pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Kurikulum 1968 merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Dari segi tujuan pendidikan, Kurikulum 1968 bertujuan bahwa pendidikan ditekankan pada upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan  keyakinan beragama. Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat (Sutisna, 2010).
Jadi menurut saya kurikulum 1968 sangat menitikberatkan pada pendidikan pancasila. Kurikulum 1968 bertujuan agar siswa memiliki nilai-nilai pancasila, moral yang baik, budipekerti yang baik dan keyakinan dalam beragama sehingga nilai-nilai sosial pada kurikulum ini sangat dijunjung tinggi.



5.      Kurikulum 1975
Kurikulum 1975 memfokuskan pada setiap tujuan, sehingga didapatkan pendidikan lebih efisien dan efekti dengan setiap metode, materi, dan tujuan pengajaran dijabarkan dalam  Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI) atau yang disebut sekarang dengan satuan pelajaran. Satuan pelajaran adalah rencana pelajaran setiap satuan  bahasan dan setiap satuan itu memiliki poin-poin  yaitu petunjuk umum, tujuan instruksional khusus (TIK), materi pelajaran, alat pelajaran, kegiatan belajar-mengajar, dan evaluasi. Akan tetap  Guru dibikin sibuk menulis rincian apa yang akan dicapai dari setiap kegiatan pembelajaran (Yuniarto, 2010).
Jadi pendapat saya kurikulum 1975  menggunankan PPSI sebagai penjabaran dari materi, metode dan tujuan pengajaran yang disusun secara terstruktur. Semua kegiatan belajar dilakasanakan sesuai dengan rencana pembelajaran setiap satuan bahasan yang ada di petunjuk intruksional khusus dan petunjuk umum.

6.      Kurikulum 1984
Kurikulum 1984 mengusung process skill approach. Meski mengutamakan pendekatan proses, tapi faktor tujuan tetap penting . Kurikulum ini juga sering disebut “Kurikulum 1975 yang disempurnakan”. Posisi siswa ditempatkan sebagai subjek belajar. Dari mengamati sesuatu, mengelompokkan, mendiskusikan, hingga melaporkan. Model ini disebut Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) atau Student Active Leaming (SAL). Kurikulum 1984 ini berorientasi kepada tujuan  instruksional. Didasari oleh pandangan bahwa pemberian pengalaman belajar kepada siswa dalam waktu belajar yang sangat terbatas di sekolah harus benar-benar fungsional dan efektif. Oleh karena itu, sebelum memilih atau menentukan bahan ajar, yang pertama harus dirumuskan adalah tujuan apa yang harus dicapai siswa (Sutisna, 2010).
Jadi pendapat saya kurikulum 1984 ini memfokuskan pada proses bukan pada tujuan seperti pada kurikulum sebelumnya dimana siswa ditempatkan sebagai subjek belajar. Siswa aktif dalam berdiskusi, melakukan kerja kelompok  dan melaporkan hasil kegiatan belajarnya. Kurikulum ini memiliki pandangan bahwa pengalaman belajar pasa siswa dilakukan secara fungsional dan efektif karena memiliki keterbatasan waktu belajar



7.      Kurikulum 1994
Menurut Sutisna, 2010 Kurikulum 1994 dibuat sebagai penyempurnaan kurikulum 1984 dan dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang no. 2 tahun 1989 tentang Sistem 9 Pendidikan Nasional. Hal ini berdampak pada sistem pembagian waktu pelajaran, yaitu dengan mengubah dari sistem semester ke sistem caturwulan. Dengan sistem caturwulan yang pembagiannya dalam satu tahun menjadi tiga tahap diharapkan dapat memberi kesempatan bagi siswa untuk dapat menerima materi pelajaran cukup banyak. Tujuan pengajaran menekankan pada pemahaman konsep dan keterampilan menyelesaikan soal dan pemecahan masalah.
Sedangkan ciri dari kurikulum 1994  menurut Yuniarto, 2011 adalah
1.       Pembagian tahapan pelajaran di sekolah dengan sistem catur wulan.
2.       Pembelajaran di sekolah lebih menekankan materi pelajaran yang cukup padat (berorientasi kepada materi pelajaran/isi).
3.       Kurikulum 1994 bersifat populis, yaitu yang memberlakukan satu sistem kurikulum untuk semua siswa di seluruh Indonesia. Kurikulum ini bersifat kurikulum inti sehingga daerah yang khusus dapat mengembangkan pengajaran sendiri disesuaikan dengan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sekitar.
Jadi dari pendapat diaatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kurikulum 1994 merupakan gabungan dari kurikulum 1975 dan kurikulum 1984 yaitu kurikulum yang cara penyampaian materi dengan pengalaman dan sesuai dengan tujuan-tujuan yang terstruktur.
Tujuan dari kurikulum 1994 ini adalah  mempersiapkan siswa agar sanggup menghadapi perubahan keadaan didalam kehidupan dan di dunia yang selalu berkembang melalui latihan bertindak atas dasar pemikiran secara logis, rasional, kritis, jujur, cermat, efektif dan efisien. Salah satu kegiatan yang memungkinkan agar tujuan tersebut bias tercapai adalh siswa diharapkan mau mengikuti ajang kompetisi dalam bidang matematika, baik di dalam kota maupun di luar kota, bahkan memungkinkan siswa diikutsertakan dalam ajang kompetisi di luar negeri (Sutisna, 2010).




8.      Kurikulum 2004
Menurut Wahab, 2009 prinsip pelaksanaan Kurikulum 2004 telah dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip pendidikan nasional, sehingga diharapkan dapat memberikan acuan bagi pelaksana kurikulum pada level mikro, yaitu kegiatan pembelajaran. Diversifikasi kurikulum yang menjadi spirit Kurikulum 2004 perlu dilaksanakan secara bertanggung jawab, karena diversifikasi kurikulum merupakan manifestasi demokratisasi pendidikan, yang memungkinkan setiap peserta didik berhak mendapat perlakuan, baik itu pemberian materi maupun strategi, sesuai dengan kondisi obyektif peserta didik (kemampuan dan minat) dan kondisi lingkungan di mana peserta didik berada. Dalam konteks ini sudah waktunya pendidikan inklusif menjadi suatu alternatif kebijakan yang patut diperjuangkan dan diterapkan bagi semua (UU RI No.20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, pasal 5 ayat 2,3, dan 4)
Kurikulum berbasis kompetensi bertujuan untuk mempersiapkan generasi menjadi anggota masyarakat dunia yang memiliki kompetensi yang memadai untuk mengembangkan dirinya ke arah tenaga kerja yang profesional, sesuai dengan bidang-bidang lapangan kerja yang dikehendaki. Selain tujuan tersebut KBK juga bertujuan untuk memberdayakan sekolah dalam mengembangkan kompetensi yang akan disampaikan kepada peserta didik sesuai dengan kondisi lingkungan (Muhammad dalam Wahab, 2009).

9. Kurikulum 2006 (KTSP)
Kurikulum 2006 ini dikenal dengan sebutan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Awal 2006 ujicoba KBK dihentikan, muncullah KTSP. Tinjauan dari segi isi dan proses pencapaian target kompetensi pelajaran oleh siswa hingga teknis evaluasi tidaklah banyak perbedaan dengan Kurikulum 2004. Perbedaan yang 10 paling menonjol adalah guru lebih diberikan kebebasan untuk merencanakan pembelajaran sesuai dengan lingkungan dan kondisi siswa serta kondisi sekolah berada. Hal ini disebabkan karangka dasar (KD), standar kompetensi lulusan (SKL), standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD) setiap mata pelajaran untuk setiap satuan pendidikan telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Jadi pengambangan perangkat pembelajaran, seperti silabus dan sistem penilaian merupakan kewenangan satuan pendidikan (sekolah) dibawah koordinasi dan supervisi pemerintah Kabupaten/Kota. (TIAR) (Sutisna, 2011)
Menurut Sudarman, 2009 menyatakan bahwa secara umum prinsip-prinsip pengembangan KTSP meliputi:
1) Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
 2) Beragam dan terpadu
3) Tanggap terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi dan seni
4) Relevan dengan kebutuhan kehidupan
5) Menyeluruh dan berkesinambungan
6) Belajar sepanjang hayat
 7) Seimbang antara kepentingan nasional dankepentingan daerah.
Sedangkan acuan operasional penyusunan KTSP harus memperhatikan hal-hal berikut ini:
 1) Peningkatan iman dan taqwa seta ahlak mulia
 2) Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik.
3) Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan 16
4) Tuntutan pembangunan daerah dan nasional
5) Tuntutan dunia kerja
6) Perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan seni
7) Agama
8) Dinamika perkembangan global
9) Persatuan nasinal dan niai-nilai kebangsaan
10) Kondisi sosal budaya masyarakat setempat
11) Kesetaraan gender
12) Karaktrsitik satuan pendidikan. Dari sejumlah prinsip dan acuan  







DAFTAR RUJUKAN
Sudarman, Faqih. 2009. KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN. Universitas Pendidikan Indonesia. (Online), (http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_SEKOLAH/194507011972061-DARMAN_FAQIH_SUDARMAN/unchi1.PDF). (diakses tanggal 28 januari 2017)
Sutisna, Ade. Sejarah Perkembangan Kurikulum. 2010. Bandung: universitas pendidikan Indonesia. (Online), (http://file.upi.edu/Direktori/FPBS/JUR._PEND._BAHASA_DAERAH/197607312001121-ADE_SUTISNA/SEJARAH_PERKEMB.__KURIKULUM.pdf). (diakses tanggal 28 januari 2017)
Wahab, Rochmat. 2009. Telaah Kritisi Kurikulum 2004. (online), (http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/penelitian/Rochmat%20Wahab,%20M.Pd.,MA.%20Dr.%20,%20Prof.%20/MENGKRITISI%20KURIKULUM%202004.pdf). (diakses tanggal 28 januari 2017)

Yuniato, Rahman, Saiful. 2011  Kurikulum. Malang: Univetsitas Brawijaya. (online), (http://saifulwhn.lecture.ub.ac.id/files/2011/11/KURIKULUM.pdf). (diakses tanggal 28 januari 2017)

Rabu, 25 Januari 2017

Jangan Hanya Menikmati Karya Orang Lain

Hallo semua.
kali ini saya tidak memposting tentang artikel, jurnal, atau sejenisnya. kali ini saya ingin teman-teman tau kenapa sih punya blog itu penting? teman-temanku sayang kita adalah generasi cyber (90an ke atas). kita hidup dimana semua serba online. belanja online, ada ojek online, ada pesan makanan online sampai ada pijat online (korban Go-Jek ^-^). nah dari sini semua orang terus mengembangkan dirinya menjadi lebih baik, menjadi lebih bermanfaat bagi orang lain. termasuk kita teman-teman. kita harus bermanfaat bagi orang lain agar hidup kita punya tujuan. masa hidup cuman makan-tidur-pup aja? hihi. salah satu cara paling simpel yang bisa kita guanakan agar bermanfaat bagi orang lain adalah dengan membuat blog. lho kenapa kok blog? iyaa, soalnya diblog kita bisa sharing informasi, sharing pengalaman yang insaAllah berguna bagi para pembacanya. ilmunya jangan cuman buat sendiri aja, tugasnya jangan disimpan difile aja. ilmu dan tugas yang kamu dapatkan silahkan di share bagaimanapun cara kamu menyampaikannya. begitupula tugas, jangan hanya untuk dikumpulkan ke dosen saja tapi perlihatkan ke semua orang siapa tau bermanfaat bagi mereka. bisa saja dengan blog kita mereka bisa mendapat rujukan baru seperti yang ada di blog kita, atau mungkin untuk siswa/siswi SMA dapat dijadikan rujukan.
dari penjelasan tentang sharing tadi kita juga harus bertanggung jawab teman-teman. jangan ngepost sesuatu yang berbau negatif, atau mungking membuat postingan yang berbau plagiatisme. no no no, itu gak baik teman-temanku. just be yourself, dear. do what do you love.kita tidak dapat apa-apa dari prilaku plagiatusme.
nah, mungkin kalian bertanya kok tiba-tiba bahas ini sih? kok postingannya bukan tentang artikel sih? jadi begini. saya baru 3 hari dengan sekarang masuk kuliah di UM pada semester 4. nah di semester 4 in ada matakuliah belajar dan pembelajaran yang dibimbing oleh dosen saya Bapak Hadi. beliau menugaskan kami untuk membuat blog agar semua materi yang ada dapat diupload diblog masing-masing kelompok. akan tetapi tadi bapak hadi mengganti rencana beliau yang pertama 1 blog 1 kelompok menjadi 1 blog 1 anak dan 1 refleksi. setelah mendengar penjelasan dari beliau saya mengerti apa maksud beliau mengubah tugas yang kami kerjakan. beliau berusaha mendorong kami menjadi orang yang bermanfaat. bukan cuman sekedar nilai kelompok dan IP tapi lebih bagaiman cara memanfaatkan sesuatu yang ada dengan tindakan-tindakan yang positif. nah darisitu postingan ini berasal. jadi saya mungkin akan sering memposting pengalaman dan refleksi saya. saya senang dengan kebijakan beliau karena itu dapat meningkatkan rasa ingin berbagi mahasiswa kepada masyarakat. semoga tulisan ini bermanfaat bagi teman-teman semua. Amiiieeen.